Candi Borobudur, Keajaiban Arsitektur Indonesia

Hello Sobat Historisers! Kita semua tahu bahwa Indonesia kaya akan objek wisata yang menakjubkan dan memiliki keindahan alam yang luar biasa. Namun, tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki sejarah yang sangat kaya dan menarik untuk digali. Salah satu peninggalan sejarah yang paling terkenal di Indonesia adalah Candi Borobudur, sebuah keajaiban arsitektur yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Borobudur adalah kuil Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Syailendra. Candi ini terletak di Dataran Tinggi Kedu, sekitar 40 km di sebelah barat daya kota Yogyakarta. Candi Borobudur juga merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO dan menjadi tempat ziarah yang penting bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra, sekitar tahun 750 Masehi. Candi ini dibangun sebagai lambang kekuasaan dan kebesaran dinasti tersebut, serta sebagai tempat ziarah bagi umat Buddha. Konon, pembangunan Candi Borobudur memakan waktu sekitar 75 tahun dan melibatkan ribuan pekerja.

Pada abad ke-11, Candi Borobudur ditinggalkan dan tertimbun oleh abu vulkanik dari Gunung Merapi yang meletus. Candi ini lupa dan hancur akibat bencana alam tersebut. Barulah pada abad ke-19, Candi Borobudur ditemukan kembali dan kemudian dilakukan renovasi besar-besaran.

Arsitektur Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki arsitektur yang sangat megah dan mengagumkan. Candi ini terdiri dari 9 tingkat, dengan tinggi mencapai 42 meter. Pada bagian bawah candi terdapat 4 buah galeri yang menyimpan relief-relief yang menceritakan kehidupan Buddha dan ajarannya. Pada tingkat atas, terdapat tiga buah stupa besar yang melambangkan tiga tahap dalam kehidupan Buddha, yaitu kehidupan masa muda, dewasa, dan tua.

Di bagian atas stupa, terdapat sebuah patung Buddha yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Patung Buddha ini terdiri dari 72 patung kecil yang berada di dalam sebuah stupa besar. Di sekitar stupa, terdapat 504 arca Buddha yang terbuat dari batu vulkanik.

Keunikan Candi Borobudur

Salah satu keunikan Candi Borobudur adalah relief-relief yang terdapat di dinding galeri. Relief-relief ini sangat halus dan menunjukkan kemahiran para seniman yang membuatnya. Relief-relief ini menceritakan ajaran Buddha dan juga kehidupan masyarakat pada masa tersebut. Ada sekitar 2.672 panel relief yang terdapat di Candi Borobudur.

Selain itu, Candi Borobudur juga memiliki tiga tingkatan kosmologi Buddha, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Setiap tingkatan memiliki makna tersendiri dalam filosofi Buddha.

Berwisata ke Candi Borobudur

Jika Sobat Historisers ingin berkunjung ke Candi Borobudur, ada baiknya untuk datang pada pagi hari agar bisa menikmati keindahan matahari terbit di atas Candi Borobudur. Tiket masuk ke Candi Borobudur cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp. 40.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 400.000 untuk wisatawan asing.

Namun, perlu diingat bahwa Candi Borobudur adalah tempat suci bagi umat Buddha, sehingga para pengunjung harus menghormati aturan dan etika yang berlaku. Pastikan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban saat berada di dalam kompleks candi.

Kesimpulan

Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan sejarah yang paling terkenal di Indonesia. Candi ini memiliki arsitektur yang megah dan unik, serta menyimpan cerita yang sangat berharga tentang kehidupan Buddha dan masyarakat pada masa lalu. Jadi, jika Sobat Historisers ingin mengenal lebih dekat sejarah Indonesia, Candi Borobudur adalah tempat yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.